National University Debating Championship

A. Latar Belakang
Tingkat persaingan sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan pemberlakuan pasar bebas dan atau peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi.

Sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan pola pembinaan mahasiswa untuk memberi wadah berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat, yang telah dirumuskan dalam National University Debating Championship (NUDC).

Kegiatan debat telah lama menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. Tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan dan wawasan global menjadi salah satu alasan mengapa debat perlu menjadi bagian akademik mahasiswa. Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat ke dalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun.

Kegiatan debat menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat, mahasiswa akan dihadapkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa. Mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional. Sudah tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan lomba debat antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang bermuatan tuntutan kemampuan komunikasi dan argumentasi.

B. Tujuan
1) Meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah.
2) Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan, dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa.
3) Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
4) Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis.
5) Memperkuat karakter mahasiswa melalui pemahaman akan permasalahan nasional dan internasional beserta alternatif pemecahannya melalui kompetisi debat.

C. Sasaran
Sasaran NUDC adalah semua mahasiswa aktif Program Sarjana atau Diploma di Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti).

D. Pengertian
1) Debater adalah 2 (dua) orang peserta yang mengikuti perlombaan.
2) Convener adalah orang yang mengatur keseluruhan acara dalam NUDC jalannya perlombaan.
3) Tournament Director adalah orang yang mengaturnya jalannya perlombaan.
4) Chief Adjudicator adalah ketua juri yang mengatur mekanisme penjurian.
5) Deputy Chief Adjudicator adalah wakil ketua juri yang ikut membantu tugas ketua juri dalam penjurian.
6) Equity Board adalah badan yang bertanggungjawab atas keadilan (fairness) dalam perlombaan.
7) N1 Adjudicator adalah calon juri yang dikirim oleh tim, untuk diikutkan dalam akreditasi.
8) Invited Adjudicator adalah juri yang diundang oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
9) Tabulator adalah orang yang bertanggungjawab terhadap tabulasi penilaian dalam perlombaan.

Panduan detail mengenai kegiatan tersebut bisa diunduh di menu download.